Home > Tidak terkategori > Horrible Flight: Lampung – Jakarta tak terlupakan!

Horrible Flight: Lampung – Jakarta tak terlupakan!

Kamis, 27 Maret 2008. Penerbanganku dari Lampung menuju Jakarta semestinya jam 17.55 di-delay sampai jam 19.00 (seperti biasa-lah). Akhirnya sekitar jam 19.15, pesawat Sriwijaya Air take-off dari Bandar Raden Inten Lampung menuju Jakarta. Udara terasa dingin dan aspal bandara pun masih basah diguyur hujan lebat yang berhenti bebererapa menit yang lalu.

Lima menit pertama, pesawat berjalan normal dan smooth. Kemudian pesawat mulai terguncang seperti berjalan di permukaan yang tidak rata. Ku lihat diluar jendela pesawat, ternyata awan gelap dan hujan deras. Sesekali diselingi kilatan petir yang menyilaukan mata. pantas saja dari tadi lampu cabin belum juga dinyalakan, rupanya cuaca buruk. tapi mengapa tidak diinformasikan oleh awak kabin. begitu batinku.

Waktu berjalan terasa lambat dan goncangan pesawat semakin terasa. Malah sering juga diselingi pesawat seakan-akan jatuh ke dalam jurang yang dalam. berdesir dada dan nafas terasa megap-megap. konon katanya karena hampa udara. tapi anehnya aku belum merasa khawatir. Sampai akhirnya pesawat seakan menabrak polisi tidur (seperti dijalan-jalan jakarta ini) hingga menyebabkan aku terpental keatas (untung pake seat bell). Rasa khawatir, gelisah dan pastinya takut langsung menyelimutiku. Spontan ucapan Alloh, keluar dari mulutkku. kudengar penumpang lain banyak yang beristighfar. Kemudian disusul pesawat bergoncang hebat. Ya Allah, apa yang terjadi, begitu batinku.

Gaduh rasanya. Kawan, duduk disebelah kananku, yang sejak goncangan tadi sudah memegang tanganku, semakin erat memeluk punggung tanganku. Dia membenamkan mukanya di pangkukannya. Dingin sekali tanganya. Sambil kutepuk-tepuk punggungnya untuk menenangkan fikirannya.

Aku terus ngobrol dengan kawan disebelah kiriku, untuk menghilangkan rasa takutku. Goncangan dan desiran dadaku terus terjadi bahkan sampai ketika pramugari mengumumkan mau mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Ya Allah bener-bener mengerikan. Akuk sudah pasrah, Kalau memang maut menjemput, ya siap tidak siap kusambut deh.

Lima menit sebelum pendaratan, kulihat cahaya di langit jakarta. Terima kasih Allah. kau bebaskan dari penerbangan yang mengerikan ini. Aku tepuk kawanku yang ketakutan tadi, dan kuminta melihat keluar jendela untuk menenangkannya. Oh my god, wajahnya yang putih itu pucat pasi. ketakutan yang luar biasa rupanya memeluknya. Kasian sekali. Setelah pesawat mendarat dan berhenti, kawanku itupun tak sanggup berdiri. rasa takut, stress masih menguasainya.

Ya Allah, jangan engkau coba aku dengan hal yang aku tak sanggup memikulnya. Penerbangan Lampung – Jakarta, takkan pernah kulupakan. Pengalaman yang seakan mendekatkankku kepada sang malaikat maut. Terima kasih, Allah!

  1. October 11, 2008 at 4:24 pm

    wah kacian yah aku juga pernah ngalamin yang kaya gitu bahkan lebih ngeri karena pesawatnya kecil dan mesinnya propeler/baling baling maklum di daerah gilannya lagi di sebelah ku temanku malah ketawa ngakak tiap kali pesawat berguncang dan orang orang pada Istiqfar dan segala macam doa puncaknya yang jadi kemarahan penumpang lain adalah saat temanku berdoa keras keras “ya Allahku jika engkau mau bikin pesawat ini jatuh jatuhkan lah sekarang juga jangan engkau siksa kami degan keadaan ini” sontak semua orang pada liatin kami dengan muka merah padam bayangkan gila banget temanku itu

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: