Home > Katahati > sahabat sebenarnya

sahabat sebenarnya

diantara puing-puing rumahku
diantara kegelisahan dan kebingungan pengungsi
dan disela-sela getaran gempa yg masih terasa
aku bisa melihat dan merasa
siapa sahabatku sebenarnya.

ketika luka ini masih mengeluarkan darah
kami masih sempat menulis “kami butuh kasih bukan rasa kasihan”
ketika kami tidak tahu bagaimana memulai membangun kembali
kami masih sempat berucap “bantuan tidak selamanya datang”
dan ketika kami menjadi tontonan
kami singsingkan baju dan mulai bekerja
sekali lagi, kami jadi tahu siapa sahabatku sebenarnya

jogja, 30 Mei 2006

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: