Home > Pasien > Apa Hak Pasien?

Apa Hak Pasien?

Pasien dan keluarganya berada dalam posisi yang lemah tak berdaya. Jika ada pilihan, rasanya lebih memilih tersesat di hutan daripada di rumah sakit. Pasien harus segera ditolong sementara petugas rumah sakit sangat lambat dalam melayani. Dalam kebingungan harus bagaimana bersikap, kepada siapa harus bertanya, seperti apa prosedurnya, maka pasien dan keluarga biasanya mengikuti saja apa yang dikatakan dokter, perawat atau pihak rumah sakit. Yang penting pasien cepat mendapat pertolongan, sembuh dan pulang. Begitu pikirnya!

Seperti halnya hubungan atau kerjasama dua belah pihak, setiap pihak mempunyai hak yang harus diterima dan kewajiban yang mesti ditunaikan. Dari beberapa sumber, dapat disampaikan hak-hak pasien sebagai berikut :

  1. memperoleh pelayanan yang manusiawi dan tanpa diskrimasi;
  2. memperoleh pelayanan medis dan keperawatan sesuai standar;
  3. hak memilih dokter dan kelas perawatan;
  4. meminta konsultasi kepada dokter lain (second opinion);
  5. hak atas privacy dan kerahasian penyakit yang diderita;
  6. memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan kedokteran setelah terlebih dahulu memperoleh informasi jelas dan benar mengenai penyakit dan tindakan yang akan dilakukan;
  7. dalam keadaan kritis mempunyai hak didampingi keluarganya;
  8. memperoleh perlindungan hukum dan menggugat rumah sakit jika dirugikan;
  9. hak menerima atau menolak bimbingan rohani;
  10. keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan.
  11. mendapat informasi mengenai :
  • tata tertib dan peraturan rumah sakit;
  • perkiraan biaya pengobatan;
  • diagnosis dan tatacara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan;
  • risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan;

Jadi, tak bingung lagi, kan!

About these ads
Categories: Pasien Tags: ,
  1. luli nurfitriani aziz
    December 19, 2008 at 4:56 pm | #1

    saya ingin bertanya,seandainya jika ad seorang pasien yaitu yang sedang hamil,pada saat cek up ke bidan ternya ibu tersebut mengalami sipilis yang berbahaya, dan ibu tersebut berkata kepada bidan supaya tiak memberitahukan kepada suaminya,tapi pada saat sang pasien cek up bersama suami,bidan memberitahukan penyakit yang diderita oleh pasien,nah itu termasuk melanggar hak pasien atau tidak?

    • thejobot
      March 10, 2010 at 8:12 pm | #2

      tidak og,,,,,,,,,,,,,,,,

  2. oldriane
    November 9, 2009 at 9:23 pm | #3

    yap,, melanggar hak pasien yaitu dijaga rahasianya..

  3. Kasir, SH
    May 13, 2010 at 2:48 pm | #4

    Tanks ya…atas ulasannya tentang medis.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: