sahabat sebenarnya
2007 September 24
diantara puing-puing rumahku
diantara kegelisahan dan kebingungan pengungsi
dan disela-sela getaran gempa yg masih terasa
aku bisa melihat dan merasa
siapa sahabatku sebenarnya.
ketika luka ini masih mengeluarkan darah
kami masih sempat menulis “kami butuh kasih bukan rasa kasihan”
ketika kami tidak tahu bagaimana memulai membangun kembali
kami masih sempat berucap “bantuan tidak selamanya datang”
dan ketika kami menjadi tontonan
kami singsingkan baju dan mulai bekerja
sekali lagi, kami jadi tahu siapa sahabatku sebenarnya
jogja, 30 Mei 2006